Kamis, 10 November 2016

Sajak Sumpah Pemuda

Surya membias memancarkan cahya cita nur harapan
Tunas tunaspun beranjak menjelma daun dan dahan
Kuncup kuntum mawar semerbak harum bemekaran
Ulat ulat bangkit mengoyak satir sutra kelam
Merubah wujud menjelma manis kupu menawan
Saat itulah28 Oktober 1928
Aku bersama jiwa sukma dan raga muda mudi negri mekar melawan
Berikrar bertekat satu tanam tancap pendirian
Bersumpah betumpah darah bangsa dan bahasa yang satu asas kebinekaan
#Soempah_pemoeda

Sajak Cinta 2

                       "Seribu kali"
Seribu kali aku tergoda wajah sutra hawa
Tunduk terbelenggu rupa pasurya
Pusing aku menimang mereka kamu atau dia
Seribu kali aku tersihir paras pasurya
Muka muka rupawan bodi bodi menawan
Delima aku delima
Pipi pipi mulus dahi dahi halus
Terbekam Senyum terterkam tajam mata
Luluh aku tergerus pesona kamu dia dan mereka
Hampir hampir aku buta
Tak tahu mana bongkahan es mana kobaran bara
Tertabir rupa rupa lahir
Mencibir rahasia rahasia zahir
Teracun aku lautan kuntum mawar
Mengabaikan duri duri menamparSeribu kali aku terkoyak nafsu hawa
Seribu kali aku tersandung tunggak tunggak cinta
Jiwaku terkoyak rindu ragaku luka luka

Sajak Cinta

Telah lama aku terlena
Tak kunjung jemu aku terjamu
Paras anggun pasuryamu
Diam diam aku tersenyum
Mengendap-endap dalam tempurung
Menatap lewat bilik kaca
Teracun aku tajam bisanya
Penawar mana penawar ?
Kecup sekecap saja, kasih
Aku mabuk diterpa ribuan ombak tulip mawar
Aku lenyap dalam harum kasturi mu
Aku mencintaimu
Kasih